Berdebat satu detik, di hujani klakson

Ketika riding menuju ibu kota provinsi jawa timur, surabaya.

Sambil menikmati impresi motor yang memerlukan adaptasi baru. Baik gaya riding maupun kemampuan mengendalikan motor.

Sebenarnya yang menjadi pertanyaan ketika sampai di sebuah perempatan jalan diponegoro. Jalan yang saat itu berstatus sangat lengang, cenderung sepi. Di isi ratusan motor. Berjalan berdampingan satu sama lain. Dengan segala macam dan merek motor.

tiba giliraan untuk menunggu giliran lampu hijau. Pertanda untuk melanjutkan perjalanan yang terhenti di lampu lalulintas. Tapi apa? 3 detik sebelum lampu hijau meyalah. Di perempatan pertama. Dorr… Tin tin… Seakan suara gemuruh untuk menyuruh berangkat. Ah apa sih arti 3 detik.

Tapi apa kiri kanan saya memacu motor untuk melaju. Padahal masih tersisa dua detik sebelum lampu hijau menyala, mereka memacu motor seblum detik merah padam. mereka pun bertemu saya di jalan yg sama dan menunggu giliran lampu lalulintas juga. Di lampu lalulintas berikutnya.

lautan motor di belakang dan di luar garis putih seakan cuma menunggu. Giliran lampu saja di lampu lalulintas kedua . Begitu kurang dua detik. Hujan klakson datang lagi.
Terjadi di lampu lalulintas yang kedua.
Hah.. Aku cuma bisa mengamati saja dan terdiam hingga detik merah berubah menjadi hijau. Seakan ungkapan klakson berisi kekecewaan saja dengan kondisi jalan yang ada. mereka pun melajukan motor dengan pacuaan seperti enggan kalah, saat lepas lampu lalulintas yang kurang 2 detik. Seakan lekas sampai. Tapi apa dari kejahuan mereka pun mengendorkan putran mesin mereka. Dengan santai tidak seperti saat lepas lampu lalulintas. Sangat berbanding terbalik pada saat lepas lampu lalulintas.

Kenapa Begini? apa motifasi mereka? Tiba saat giliran Berhenti di lampu lalulintas ketiga. Dengan jumlah motor semakin banyak. Dan hanya di isi dengan motor. Yg seakan menunggu gilran pemberangkatan. Beberapa motor masuk di antara celah celah pengendara lain yang sudah berhenti. Meringsek semakin kedepan. Dan sukses berada di luar garis putih.

Jumlah motor semakin banyak dan semakin penuh, celah sempit pun di isi dengan motor. Dan di giliran ini aku liat waktu penghitung mundur. Kurang 5 detik. Dan ada salah satu dari motor itu, Membunyikan klakson. Tin… Tin… Tin… Dan saat itu pengendara lain pun ikut membunyikan klakson, dan tidak sampai satu detik mereka sukses meloloskan jeratan dari lampu merah yang belum padam.

Ah lagi lagi bengini. Kenapa begini, sejurus kemudian di saat satu pengendara motor berangkat menerobos lampu merah. Padahal detik itu belum menyalah menjadi hijau. Tersisa dua detik merah.

Diantara peralihan detik dari angka 2 menuju 1. Hingga padam berubah hijau. Apa yang terjadi sebuah senggolan antar motor. Terjadi seorang ibu memacu motornya dengan pelan-pelan terpancing dengan risihnya klakson. Tapi ibu itu mendapat potongan jalur dari pengendara lain. aku cuma bisa melihat. Ibu itu menjadi tidak bisa menguasai motor maticnya. Si bebek itu dengan enaknya nyelonong boy sambil memainkan putaran mesin nya. Di sulut kata kata fasih yang bikin geram juga.

J–nc-ok gak isok numpak montor ta. Ya si ibu seakan cuma bisa terdiam karena dia mengerem pun kena hajar klakson dari belakang. Setelah oleng tetapi tidak sampai jatuh. Si ibu itu cuma bisa melanjutka perjalan saja. Dan kiri kanannya. Memacu motor dengan sangat cepat. Dan acuh terhadap kondisi yang terjadi.

apa sih arti waktu yang selisih beberapa detik saja. Sampai mengumpat. Dan berperilaku kasar. Terhadap pengendara lain.

Mungkin ini salah satu aspek gagalnya pendewasaan pemakai motor. Yang bisanya cuma beli motor dan memakai saja. Atau kegagalan sistem pelolosan pembuatan SIM, atau terlalu mudahnya mendapat kan motor.

dari pada kita berburuk sangka tentang kejadian ini lebih baik kita saling menghargai dan menghormati meski kita berada di lautan yang sangat asin pun kita harus bisa menjaga diri kita agar tidak menjadi asin

sebuah moralitas berkendara lah yang menentukan anda dalam saling menghargai dan berbagi jalan dengan indah kepada sesama pemakai jalan. Bukan dari motor anda atau kendaraan anda

Salam
@putravictor

Iklan

, , ,

  1. #1 by nanared on 19 Maret 2012 - 08:20

    PERTAMAXX kang
    Padahal injury time :mrgreen:
    adalah waktu paling rawan di LaMer,kendaraan yang siap2 berhenti*peralihan kuning ke merah* pada tancap gas lantaran takut kena lampu merah…. nah kalo buru2 bagi yang nunggu ijo bisa crash tuh
    *pengalaman liat adu kambing di LaMer lantaran kurang sabar*

    • #2 by anharvictor on 21 Maret 2012 - 15:47

      Sebisa mungkin kita menjaga diri… Siip kang…

  2. #3 by andhi_125 on 19 Maret 2012 - 08:44

    kalo di motogp, selisih 1 detik begitu berharga…
    kalo di jalanan kita??? bisa jadi rumah sakit adalah jawabannya 😦

    • #4 by anharvictor on 21 Maret 2012 - 15:48

      Sebuah perdebatan utuk satu detik…
      Ya ironis kondisi yang ada…

  3. #5 by bimo96 on 19 Maret 2012 - 09:25

    orang gak sabaran tuhhhh

  4. #7 by mariodevan on 19 Maret 2012 - 10:03

    banyak alay dilampu merah, kalo aku dilampu merah pernah maki orang dibelakang karena masih 5detik da diklakson aja xixixixi

    • #8 by anharvictor on 21 Maret 2012 - 15:49

      Maka dari itu menjadi tanggung jawab semuanya kang… Nyatah atau tidak nyatah kita harus peduli…

  5. #9 by bajigur on 19 Maret 2012 - 10:23

    Kebelet pup…

  6. #11 by micko on 19 Maret 2012 - 15:04

    ckckck klo ga pake count timer kira2 gmna tuh?

    • #12 by anharvictor on 21 Maret 2012 - 15:51

      Bisa2 malah berabeh… Ntar tak kasih bukti lagi kang…

  7. #13 by novriexx on 20 Maret 2012 - 08:22

    artikel baru dari om teror

    • #14 by anharvictor on 21 Maret 2012 - 15:52

      Siiip…. Kang… Uda lama gak buang hajat…

  8. #15 by vixy182 on 20 Maret 2012 - 20:17

    dah sering nemuin kaya gitu di lampu merah…bnyak yg gak sabaran…kaya mau start race aja pada pengen cepat2 mutar gas…

  9. #17 by touringrider on 23 Maret 2012 - 22:58

    sering ketemu pengendara yang gak sabaran. klo saya tak jarno ae, masio bojo wes ngomel2. lah daripada nanti ada apa2. Klo sendirian, saya biarin dia jalan dulu, abis itu tap pepet. tak kentutuin pake pio, pas cocok klo bawa mobil diesel, masukin gigi 3, tancap gas, brullllll asap pekat keluar. makan tuh asapppp..
    wekekekek…

    • #18 by anharvictor on 4 April 2012 - 11:19

      Salah satu upayah pencegahan…
      Toh kita bukan mutlak harus… Menyerang mereka…
      Meski itu… Adalah bentuk kepedulian kita…

  10. #19 by gogo on 25 Maret 2012 - 14:25

    gak bisa mbedain mana ajang balap mana jalanan umum..

    miris.. diingetin wujudnya dah pada gede semua..

    • #20 by anharvictor on 4 April 2012 - 11:20

      Apalagi yg salah… Trs jamaah lage…
      Walah… Seakan hidup di lautan monster… Yg siap menerkam kita…

  11. #21 by Salim on 28 Maret 2012 - 11:51

    kudu nyantai mah kalo di lampu lalu lintas…kalau memang menghargai waktu bangunlah lebih cepat, makan lebih cepat, mandi lebih cepat dan bercinta lebih cepat..uppss πŸ˜€

    • #22 by anharvictor on 4 April 2012 - 11:21

      Ya solusi yang pas gan… Tapi mereka belum bisa sadar hal itu…

  12. #23 by dnugros on 4 April 2012 - 10:28

    Produksi Roda 2 dan Roda 4 membludak. Cara memperoleh super mudah. Atitude pengendara belum siap. Ya udah, area jalanan jadi berubah bak Colloseum jaman Romawi. Kalo sudah gini, lagi2 golongan akar rumput yang jadi korban. Duh, sengsaranya hidup ditengah2 kaum kapitalis.

    • #24 by anharvictor on 4 April 2012 - 11:22

      Kalo akar rumput uda goyah…
      Trs mau jadi rumput yg bage mana lagi juragan…

  13. #25 by redbike92 on 9 April 2012 - 08:18

    hahaha ga di Surabaya (kota) ga di Sidoarjo, lampu merah tetep kayak sirkuit balap aja, bedanya kalau di sirkuit balap kalau lampunya masih merah terus nyolong start didiskualifikasi, kalau disini ga ada pak polisinya ya diterabas, nanti kalau ditabrak mobil atau angkot, nyalain yang nabrak ckckckk
    http://redbike92.wordpress.com/2012/04/08/opini-koplak-new-vespa-where-are-u/

  14. #26 by Mas Rudi on 23 April 2012 - 09:50

    setuja, daripada berburuk sangka, mending memulai dari diri sendiri biar bisa menjadi contoh pengendara yang lain aja πŸ˜€ kalo bisa

silakan dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: